Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta dan
timbul rasa ingin memiliki, hal itu memang wajar terutama bagi seorang remaja
yang beranjak dewasa dan sedang mencari jati diri. Cinta memang indah dan
menyenangkan, cinta membuat diri kita serasa terbang ke awan. Tetapi cinta juga
memiliki resiko, nggak sedikit orang yang merasakan sakit hati karena cinta.
Dan ada yang mengatakan bahwa cinta itu buta.
Apa sih cinta itu ? pendapat orang tentang
pengertian cinta berbeda-beda, tergantung tingkat kedewasaannya. Secara garis
besar, cinta adalah perasaan yang timbul dari dalam diri yang membuat kita
mengasihi seseorang sebagai pribadi yang spesial di mata kita, ia bisa membuat
hati berbunga-bunga, bahkan bertangkai-tangkai hingga akhirnya berbuah lebat hehehe
.. J
Perasaan itu Tuhan berikan kepada setiap manusia.
Kita tentu mengenal istilah pacaran, pacaran adalah
wujud nyata dari yang namanya cinta. Di jaman sekarang ini, anak kecil saja sudah
mulai mengetahui apa itu pacaran. Padahal pacaran hanya dilakukan oleh
seseorang yang sudah benar-benar siap untuk hubungan yang lebih serius, yaitu
pernikahan. Tetapi berbeda dengan anak muda sekarang, mereka berpacaran hanya
untuk menghilangkan rasa kesepian, mengisi waktu luang, mereka hanya ingin
diperhatikan tanpa mengetahui arti pacaran yang sebenarnya.
Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu ada
waktunya, begitu juga dengan pacaran, kita harus menunggu waktu Tuhan. Sebagai
remaja Kristen, sebaiknya kita melakukan prinsip-prinsip di bawah ini :
Ø
Berpegang teguh pada perintah Tuhan dan
Alkitab.
Ø Hidup kudus (1 Tesalonika 4:3)
Ø Seiman dan seimbang.
Ø Jangan menuruti apa yang menjadi keinginan daging kita,
tetapi hiduplah menurut Roh.
Ø Bedakan mana yang benar dan mana yang salah, tetap meminta
tuntunan Roh Kudus. (Efesus 5:11)
Ø Atas seijin orang tua (Efesus 6:1)
Ø Bertanggung jawab.
Ø Bukan hanya ingin diperhatikan, tetapi juga memperhatikan.
Ø Jangan berpacaran karna rasa kasihan ataupun rasa simpati.
Ø Dan jangan terlalu tergesa-gesa dalam berpacaran. Awali segala sesuatunya
dengan do’a.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar